Rabu, 04 March 2026 07:00 UTC
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, bersama Wakil Wali Kota Mojokerto saat mengecek makanan beku yang dijual di swalayan, Rbau, 4 Maret 2026. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) juga digelar oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Pasar Tanjung Anyar, Rabu 4 Maret 2026.
Dalam kegiatan itu, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari didampingi oleh Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo.
Dalam inspeksi ini juga melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah terkait di lingkup pemerintah kota, unsur TNI-Polri, hingga BPOM.
Adapun hasil pemantauan sementara di Pasar Tanjung Anyar sebagai induk perekonomian rakyat menunjukkan persediaan bapokting yang mencukupi. Arus distribusi juga dinyatakan tidak mengalami kendala berarti.
“Kalau pasokan jelas dan distribusi aman, maka harga juga relatif terkendali. Selama tidak ada gangguan distribusi antarwilayah dari daerah produsen ke Kota Mojokerto, insyaallah ketersediaan tetap aman,” jelas Ning Ita.
Selain aspek harga dan stok, ia juga menaruh perhatian pada faktor keamanan pangan, khususnya produk makanan beku yang kini semakin diminati masyarakat. Beberapa toko modern seperti Sanrio dan Superindo menjadi sasaran inspeksi.
“Terjadi perubahan pola hidup masyarakat yang serba instan dan cepat. Hampir seluruh masyarakat kini lebih menyukai atau mengonsumsi makanan frozen untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena itu, kami memberikan atensi terhadap keamanan pangan produk frozen ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa tim melakukan pengecekan langsung terhadap sistem penyimpanan makanan beku di swalayan, terutama memastikan suhu pendingin sesuai standar. Suhu penyimpanan dinilai krusial dalam menjaga mutu serta keamanan produk.
“Kami cek apakah suhu cooler sudah sesuai atau belum. Ini penting, karena jika proses penyimpanan tidak sesuai dengan yang disarankan dalam kemasan, kualitas makanan bisa menurun bahkan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap produk yang disimpan dalam pendingin wajib dilengkapi pencatatan suhu minimal dua kali sehari.
Data tersebut nantinya akan diperiksa tim keamanan pangan guna memastikan prosedur dijalankan secara konsisten.
Dalam sidak tersebut, petugas juga mendapati satu produk yang perlu ditindaklanjuti. Sampel produk akan dibawa untuk diuji di laboratorium guna memastikan keamanan serta kelayakan konsumsi.
“Kalau dicurigai, tentu harus diambil sampelnya dan diuji di laboratorium. Tidak bisa hanya dilihat secara kasat mata, harus melalui uji resmi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengintensifkan pengawasan hingga mendekati Idulfitri. Upaya ini demi menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
