Senin, 02 March 2026 12:00 UTC
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya berusaha mengevakuasi dua pekerja yang terjebak di lantai 26, Senin, 2 Maret 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Proses evakuasi dua petugas kebersihan kaca yang terjebak gondola di luar lantai 26 (sebelumnya diberitakan lantai 25) Apartemen Water Place Residence terkendala cuaca ekstrem, Senin siang, 2 Maret 2026.
Gondola atau suspended scaffolding yang digunakan dua pekerja terombang-ambing akibat hujan disertai angin kencang. Hingga akhirnya, proses evakuasi itu berlangsung hingga lebih dari tiga jam.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, M. Rokhim mengatakan bahwa kondisi tersebut juga mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia.
Dia adalah Eddy Suparno, 51 tahun, warga Tambak Wedi Baru 7/16 Surabaya. Sebelum diketahui meregang nyawa, korban ini sempat terpental dari gondala.
"Korban terpelanting dan menghantam gondola yang terkena angin," kata Rokhim, Senin, 2 Maret 2026.
BACA: Surabaya Diterjang Badai, Seorang Operator Gondola Meninggal di Luar Lantai 25 Apartemen
Sementara, Ribut Boediyanto, 56 tahun, warga Tambak Wedi Baru 8/73, pekerja kebersihan kaca yang sama-sama dalam satu gondala ditemukan selamat. Korban selamat langsung dibawa ke RS William Booth untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sebelum dua petugas kebersihan kaca terjebak di luar lantai 26 Apartemen Water Place Residence, kondisi cuaca diketahui cerah. Namun, tiba-tiba mendung dan langsung disertai hujan dan kencang.
Donggola yang digunakan kedua korban terombang-ambing di ketinggian dan tak bisa diturunkan. Sedangkan, donggola lain yang digunakan dua rekan kerja para korban berhasil mendarat di lantai dasar.
