Logo

Minimalisasi Dampak Gawai, Orang Tua Ajak Anak Berlibur ke Kolam Pemancingan Ikan

,

Kamis, 01 January 2026 05:00 UTC

Minimalisasi Dampak Gawai, Orang Tua Ajak Anak Berlibur ke Kolam Pemancingan Ikan

Kolam pemancingan ikan Al Hambra di Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik menjadi jujugan wisata keluarga saat libut Tahun Baru 2026. Foto: Agus Salim.

JATIMNET.COM, Gresik - Kolam pemancingan menjadi primadona baru selama masa libur sekolah di tengah kepungan gawai yang tengah berlangsung saat ini.

Tidak sekadar mencari ikan, tempat ini menjadi arena "sekolah alam" dadakan bagi anak-anak untuk melatih kesabaran.

​Kolam pancing Al Hambra di Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik menjadi salah satu yang dituju. Di sana, beberapa anak usia sekolah dasar dengan didampingi orang tuanya nampak riang memancing ikan yang menjadi target.

Salah satu pengunjung, Ahmad, 42 tahun, warga Desa Gapurosukolilo, Gresik sengaja mengajak kedua putranya ke kolam pancing untuk menjauhkan dari layar telepon seluler (ponsel).

​"Kalau di rumah, liburan isinya cuma main game. Di sini, mereka belajar hal baru. Belajar cara pasang umpan, belajar fokus nunggu pelampung gerak, dan belajar kalau mau dapat sesuatu itu butuh proses," ujar Ahmad, Kamis 1 Januari 2026.

BACA: Menjelang Malam Pergantian Tahun, Camping Ground Trawas Mojokerto Full Booked

​Keriuhan terlihat saat pengunjung yang mayoritas anak-anak berteriak kegirangan. Joran atau batang pancingnya melengkung tajam. Lantas, seekor ikan berhasil diangkat ke permukaan.

“Pertarungan” singkat antara si pemancing cilik dan ikan di dalam air menjadi tontonan seru bagi pengunjung lainnya. Terlebih, suasana ceria begitu riuh tercipta.

​Bagi mayoritas anak, memancing adalah pengalaman luar biasa. Mereka bisa belajar menyentuh umpan, merasakan tarikan ikan, hingga belajar mengenai ekosistem air secara langsung.

​"Awalnya takut pegang cacing, tapi sekarang sudah berani. Tadi sudah dapat tiga ikan lele," ujar Rizky, 9 tahun, pemancing cilik.

"Dapat ikan patin, pakai umpat pelet (serbuk pakan ikan). Senang, ikan-nya bermacam-macam. Ada yang kecil dan juga besar," ucap Ega, 9 tahun, warga Kecamatan Kebomas, Gresik.

​​Meningkatnya tren memancing sebagai wisata keluarga di musim libur ini membawa berkah tersendiri bagi pengelola. Tingkat kunjungan naik drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

BACA: Menjelang Tahun Baru, Okupansi Hotel di Kawasan Trawas Nyaris Penuh

Iskandar, pengelola Resto & Fishing Al-Hambra mengaku pengunjung memadati kolam sejak liburan sekolah, terutama pada di hari pertama tahun baru 2026 ini.

​"Biasanya yang datang bapak-bapak saja. Tapi kalau musim liburan seperti ini, satu orang bapak bisa membawa istri dan dua anak. Melihat keluarga bergembira kami ikut senang," ungkapnya.

​Untuk menambah daya tarik, pengelola juga menyediakan fasilitas masak di tempat. Di sana, pengunjung bisa langsung membakar atau menggoreng ikan hasil tangkapannya untuk disantap bersama.

​​Memancing mungkin terlihat sederhana. Namun, momen kebersamaan di pinggir kolam bisa jadi kenangan masa kecil yang lebih berkesan daripada sekadar bermain di taman bermain digital.