Logo

Belajar Transparansi, SPPG di Tuban Gelar Diskusi Melek Media

,

Jumat, 06 March 2026 05:00 UTC

Belajar Transparansi, SPPG di Tuban Gelar Diskusi Melek Media

Jurnalis JTV Ziky Muhammad saat memberi materi edukasi kepada audiens dari kepala SPPG yang hadir. Foto: Ziky Muhammad untuk Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Tuban – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban menggelar diskusi bertajuk "Ngaji Melek Media" Rabu 4 Maret 2026.  

Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola eksternal sekaligus meningkatkan transparansi publik terkait program nasional tersebut. Beberapa kepala SPPG (SPPI), pengawas gizi, akuntan, mitra yayasan dari wilayah Kecamatan Kerek dan Tuban Kota, serta awak media hadir dalam diskusi itu.  

Diskusi ini dirancang untuk membedah pola komunikasi publik terkait Program MBG serta upaya peningkatan kualitas gizi yang disajikan kepada siswa sekolah.

Kepala SPPG Kedungrejo 1 Kerek, Wahyu Bagus Kurniawan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan di tingkat SPPG.

"Kami ingin memastikan setiap proses terpantau dengan baik, mulai dari dapur hingga ke tangan siswa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kedungrejo 2 Muhammad Hasby Alifka R menjelaskan bahwa "Ngaji Melek Media" juga membahas mitigasi isu-isu menonjol. Hal ini termasuk penanganan dugaan kasus keracunan makanan yang kerap dikaitkan dengan program MBG.

Para Kepala SPPG berdiskusi mengenai langkah penanganan berita (crisis management) dan cara memberikan respons cepat terhadap isu yang beredar di media sosial.

"Kami butuh dukungan media untuk melaporkan jika ada penyimpangan, sekaligus mengedukasi publik mengenai asupan gizi seimbang sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN)," ungkap Hasby.

Sementara itu Wenny Madena, mitra dapur SPPG Kedungrejo Kerek menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan literasi media semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Dapur operasional sangat membutuhkan publikasi yang edukatif. Kami berharap lembaga pelaksana program MBG tetap transparan dan mampu bersinergi dengan insan pers," kata Wenny.

Di sisi lain, jurnalis JTV Zikky Mohammad,menilai literasi digital sangat diperlukan oleh setiap pengelola dapur. Berdasarkan pengamatannya, media sering kesulitan menemui narasumber resmi dari lembaga pelaksana MBG di daerah, baik di tingkat koordinator kabupaten maupun kecamatan.

"Inisiasi mitra dapur mengundang pers untuk duduk bersama dalam 'Ngaji Melek Media' sangat kami hargai. Ini penting untuk menyamakan persepsi dalam memberikan keterbukaan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat luas," ucap Zikky.