Logo

Wamen P2MI Dorong Kampus Siapkan Mahasiswa untuk Kerja Formal di Luar Negeri

,

Sabtu, 29 August 2026 07:34 UTC

Wamen P2MI Dorong Kampus Siapkan Mahasiswa untuk Kerja Formal di Luar Negeri

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla saat meresmikan langsung Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Gedung G lantai 4 Umsura, Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Perguruan tinggi didorong tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri. Kampus juga perlu membekali mahasiswa agar mampu memanfaatkan peluang kerja formal di luar negeri.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Gedung G lantai 4 Umsura, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Dzulfikar, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Kampus perlu membekali mahasiswa dengan kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini standarnya bagus, baik dari segi ruangan, kesiapan fasilitas, dan lain sebagainya. Instrukturnya juga kompeten, memiliki lisensi, dan lain sebagainya," kata Dzulfikar.

Ia menjelaskan Migrant Center dapat menjadi tempat pembekalan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Melalui fasilitas tersebut, calon pekerja migran bisa mempersiapkan kompetensi sebelum mengikuti proses penempatan.

"Jadi mahasiswa bisa mendapatkan bekal sebelum bekerja di luar negeri," jelasnya.

Dzulfikar melihat Universitas Muhammadiyah Surabaya memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan program tersebut. Salah satu alasannya adalah rekam jejak Umsura dalam bidang kesehatan yang dinilai cukup baik.

"Kita tahu bersama bagaimana Umsura ini memiliki track record di bidang kesehatan, baik itu umum dan kesehatan masyarakat, sangat baik," ujarnya.

Menurut dia, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar di sejumlah negara. Data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) menunjukkan permintaan job order dari luar negeri untuk tenaga kerja sektor kesehatan dalam tiga tahun terakhir tergolong tinggi.

Pemerintah juga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja sektor tersebut masih akan meningkat. Kondisi ini menjadi peluang bagi mahasiswa dan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai persyaratan pasar kerja internasional.

Karena itu, Dzulfikar mendorong mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut melalui mekanisme penempatan pekerja migran yang resmi dan terlindungi. Pemerintah ingin memastikan kesempatan kerja di luar negeri berjalan seiring dengan aspek pelindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Pemerintah, lanjut Dzulfikar, juga tengah membangun ekosistem penempatan pekerja migran sektor formal dengan memperluas keberadaan Migrant Center di perguruan tinggi.

"Ini salah satu Migrant Center yang bisa jadi rujukan di kampus-kampus lain bagaimana penyiapan Migrant Center yang baik," katanya.

Sementara itu, Rektor Umsura Mundakir menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung program tersebut. Migrant Center Umsura menyediakan fasilitas pelatihan bahasa, peningkatan keterampilan, hingga sertifikasi bagi calon pekerja migran.

"Yang perlu disiapkan adalah fasilitas untuk pelatihan bahasa, kemudian fasilitas untuk upskill, kemudian fasilitas lain terkait bagaimana supaya calon peserta migran ini bisa keluar dengan baik. Alhamdulillah sudah kita siapkan semua," ujar Mundakir.

Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa Umsura. Kampus juga membuka kesempatan bagi lulusan SMA, SMK, D3, dan S1 yang ingin mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri.

Pada tahap awal, Umsura menargetkan 200 peserta. Kampus menyiapkan sejumlah bidang pekerjaan, mulai dari caregiver, professional nurse, konstruksi, operasional, hingga keterampilan teknik.

Peserta juga akan mendapatkan pembekalan bahasa asing yang meliputi bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Jerman. Pembekalan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapan calon pekerja menghadapi lingkungan kerja internasional.

"Kita tadi insyaallah untuk tahap awal disiapkan untuk 200 calon peserta. Tinggal nanti bagaimana kita merekrut dan menerima mahasiswa atau peserta untuk program ini," katanya.

Umsura menargetkan proses perekrutan peserta mulai berlangsung pada September 2026. Kampus akan melibatkan sekolah menengah serta menjaring calon peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.

Melalui Migrant Center tersebut, Umsura berharap calon pekerja migran memiliki kompetensi dan persiapan yang memadai sebelum mengikuti proses penempatan kerja formal di luar negeri.