Senin, 23 February 2026 12:00 UTC
Wali Kota Probolinggo Aminuddin saat melakukan pembinaan terhadap ASN RSUD. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Wali Kota Probolinggo Aminuddin menekan profesionalisme kerja para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerinta kota (pemkot).
Ia menegaskan, setiap permasalahan yang dihadapi ASN, seperti perceraian, judi online hingga perselingkuhan tak seharusnya mengganggu tanggungjawab sebagai abdi negara.
Aminuddin menegaskan, tanggung jawabnya dalam membina dan menjaga integritas ASN. Tingginya angka perceraian serta maraknya judi online, khususnya yang melibatkan ASN, menjadi persoalan serius.
“ASN harus profesional dalam bekerja, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan pribadi dan sosial,” tegasnya, Senin, 23 Februari 2026.
Ia juga mengingatkan, bahwa pernikahan merupakan ibadah panjang yang membutuhkan komitmen dan keharmonisan.
Sementara itu, judi dalam bentuk apa pun dinilai merugikan diri sendiri dan keluarga, serta berpotensi menurunkan kinerja pegawai.
Hal itu disampaikan Aminuddin dalam pembinaan pegawai ASN di ruang pertemuan Edelweiss Unit Organisasi Bersifa Khusus RSUD dr. Moh. Saleh, Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan ini juga dihadiri Pj. Sekda Rey Suwigtyo dan Inspektur Puji Prastowo, serta diikuti sekitar 55 karyawan dan karyawati.
Direktur RSUD, dr. Nurul Hasanah Hidayati, mengungkapkan sejumlah persoalan rumah tangga pegawai seperti perselingkuhan, nikah siri, hingga judi online berdampak langsung terhadap kinerja pelayanan rumah sakit.
Sejak Januari 2025 hingga 2026 tercatat lima pegawai dengan gugatan perceraian, satu kasus nikah siri. Kemudian, satu kasus baru yang masih dalam pembinaan karena persoalan ekonomi dan niat bercerai.
"Hal ini memunculkan keluhan terhadap pelayanan tenaga kesehatan yang terlibat masalah tersebut,”ujarnya.
Menurutnya, pembinaan ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kedewasaan pegawai agar persoalan pribadi tidak mengganggu profesionalisme dalam bekerja.
Sementara itu, judi dalam bentuk apa pun dinilai merugikan diri sendiri dan keluarga, serta berpotensi menurunkan kinerja pegawai.
Melalui kegiatan pembinaan ini, para ASN diharapkan mampu memperkuat integritas, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo.
