Logo

Pemkot Mojokerto Perkuat Investasi, UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

,

Senin, 29 June 2026 09:30 UTC

Pemkot Mojokerto Perkuat Investasi, UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan dalam Forum Konsultasi Publik di Gedung Sabha Mandala Madya, Senin 29 Juni 2026. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan investasi. Upaya ini sekaligus membuka ruang lebih besar bagi perkembangan usaha kecil dan menengah.

Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar lebih mudah, cepat, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Penguatan layanan menjadi salah satu strategi Pemkot Mojokerto untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, baik bagi investor besar maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Komitmen itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Perizinan untuk Mendorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Kota Mojokerto” di Gedung Sabha Mandala Madya, Senin 29 Juni 2026.

Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi profesi, hingga masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pelayanan perizinan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan kemudahan pelayanan perizinan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi. Menurutnya, investasi yang tumbuh akan memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi daerah dan membuka peluang kerja.

"Forum Konsultasi Publik ini merupakan sarana untuk menyerap aspirasi dari para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar semakin profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," ujar Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.

Selain menarik investasi skala besar, Pemkot Mojokerto juga mendorong agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada investor besar, tetapi juga berkembang melalui usaha kecil, kuliner, restoran, kafe, serta UMKM.

Ning Ita menyebut keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam menghadirkan investasi besar di Kota Mojokerto. Karena itu, penguatan usaha kecil dan menengah menjadi langkah strategis untuk menjaga pergerakan ekonomi lokal.

"Kalau investasi besar terkendala lahan, maka investasi skala kecil dan menengah harus kita dorong sebanyak-banyaknya. Pertumbuhan usaha kuliner, kafe, restoran, dan UMKM juga menjadi penggerak ekonomi yang sangat penting bagi Kota Mojokerto," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Mojokerto terus melakukan penyempurnaan pelayanan perizinan melalui transformasi digital, penyederhanaan prosedur, serta penguatan koordinasi antarperangkat daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah optimalisasi sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) agar pelaku usaha semakin mudah mengurus legalitas bisnisnya.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkot Mojokerto menargetkan terciptanya ekosistem usaha yang lebih kompetitif, meningkatnya kepercayaan investor, serta semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu berkembang.

Pada akhirnya, penguatan investasi dan pertumbuhan UMKM diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto secara berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.