Logo

Ilalang Kering Ancam Perjalanan KA Saat Kemarau

Minggu, 28 June 2026 13:30 UTC

Ilalang Kering Ancam Perjalanan KA Saat Kemarau

Ilang di sekitar jalur kereta api wilayah PT KAI Daop 7 Madiun terbakar dan berpotensi mengganggu perjalanan kereta. Foto: PT KAI

JATIMNET.COM, Madiun – Potensi kebakaran semak dan ilalang kering di sekitar jalur kereta api (KA) semakin meningkat saat musim kemarau.

Kondisi ini menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun karena dapat mengganggu kelancaran sekaligus membahayakan perjalanan kereta api.

Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat ilalang dan rumput di sekitar jalur rel mudah terbakar. Apalagi, aktivitas pembakaran sampah maupun sisa tanaman oleh warga di sekitar jalur KA masih berpotensi terjadi saat musim kemarau.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan kebakaran di sekitar jalur KA tidak bisa dianggap sepele.

Selain berisiko menjalar ke area operasional, asap yang muncul akibat kebakaran dapat mengganggu jarak pandang masinis saat mengoperasikan kereta.

"Apabila terdapat kepulan asap tebal atau api di sekitar jalur KA, hal tersebut dapat membahayakan perjalanan. Masinis bisa mengalami keterbatasan pandangan sehingga harus melakukan tindakan antisipasi seperti mengurangi kecepatan," ujar Tohari.

Menurut dia, dalam kondisi tertentu, perjalanan kereta api dapat dihentikan sementara apabila potensi bahaya dinilai mengancam keselamatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar terhadap penumpang, awak kereta, maupun sarana perkeretaapian.

Selain mengganggu visibilitas masinis, kobaran api dari ilalang kering juga berpotensi merusak rangkaian kereta api maupun fasilitas pendukung perjalanan KA.

Api yang membesar dapat menyambar bagian lokomotif atau kereta yang melintas, terutama apabila kondisi angin cukup kuat.

"Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas. Setiap potensi gangguan di sekitar jalur harus segera diantisipasi agar tidak berdampak pada operasional," jelasnya.

KAI Daop 7 Madiun meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Hal ini karena sebagian besar wilayah operasional Daop 7 melintasi kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering, mulai dari area hutan, persawahan, hingga perbukitan.

Salah satu kejadian terpantau melalui laporan awak sarana perkeretaapian KA Argo Semeru (KA 6) yang melintas di petak jalan Saradan-Bagor Km 130+8/9. Masinis melaporkan adanya ilalang terbakar yang lokasinya mendekati ruang manfaat jalur kereta api.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, laporan langsung diteruskan kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal) untuk dilakukan koordinasi dengan unit pengamanan dan petugas fasilitas jalan rel.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 7 Madiun melakukan patroli rutin di jalur rawan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah titik.

KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah, rumput, maupun ilalang di sekitar jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan perjalanan KA.

"Kami meminta kerja sama masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perjalanan kereta api, terutama selama musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat," pungkas Tohari.