Selasa, 03 March 2026 13:45 UTC
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Maya Safrina (rompi hijau celana krem), saat meninjau sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Legi Kabupaten Ponorogo. Foto: Gayuh Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Selain memantau harga bumbu dapur, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menemukan adanya selisih harga pada produk bersubsidi saat melakukan inspeksi di Pasar Legi Ponorogo, Selasa, 3 Maret 2026.
Beberapa pedagang menjual Minyakita sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Meski selisihnya tidak signifikan, temuan ini tetap menjadi perhatian menjelang Lebaran ketika permintaan meningkat.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Maya Safrina, menyebut selisih tersebut diduga berkaitan dengan mekanisme transaksi dan pengembalian uang saat pembelian digabung dengan barang lain.
“Masih bisa ditoleransi, jika pembeli membeli dengan barang belanjaan lainnya harganya tetap sesuai HET,” ujarnya.
BACA: Harga Cabai di Ponorogo Turun dari Rp130 Ribu, Stok Aman Jelang Lebaran
Selain Minyakita, tim juga memantau distribusi beras SPHP. Pemerintah memastikan pengawasan akan diperketat agar harga tetap sesuai aturan dan tidak membebani masyarakat.
Di sisi lain, harga cabai rawit dan bawang merah juga masih menjadi perhatian akibat gangguan cuaca dan pasokan dari daerah sentra.
