Selasa, 03 March 2026 10:00 UTC
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Maya Safrina (rompi hijau celana krem), saat meninjau sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Legi Kabupaten Ponorogo. Foto: Gayuh Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Menjelang Idul Fitri, kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga bahan pokok kembali mencuat. Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah turun langsung memantau kondisi Pasar Legi Ponorogo, Selasa, 3 Maret 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masih relatif stabil. Namun harga cabai rawit masih bertahan tinggi di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Meski demikian, harga tersebut lebih rendah dibanding awal Ramadan yang sempat menembus Rp130 ribu per kilogram.
Harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Pedagang menyebut faktor cuaca menjadi penyebab utama terganggunya pasokan.
“Karena pengaruh cuaca, banyak cabe rawit busuk akibat hujan, bawang lokal juga banyak yang belum kering, sehingga harus ambil dari luar pulau, seperti dari Sulawesi,” kata Suprihatin, pedagang Pasar Legi.
BACA: Minyakita Dijual di Atas HET, Bapanas Temukan Selisih Harga di Pasar Legi
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Maya Safrina, memastikan stok pangan secara umum aman hingga Lebaran. Pemerintah juga akan menggelar operasi pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat.
“Untuk stok komoditi beras dan lainnya semua aman hingga menjelang lebaran,” tukas Maya.
