Logo

Ditinggal Setor Rongsokan, Rumah Warga Mojokerto Malah Terbakar

,

Senin, 31 August 2026 08:30 UTC

Ditinggal Setor Rongsokan, Rumah Warga Mojokerto Malah Terbakar

Petugas pemadam kebakaran dan relawan saat berusaha memadamkan api yang membakar rumah warga Desa/Kecamatan Sokoko, Kabupaten Mojokerto, Senin, 21 Agustus 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Rumah milik Kusbandi, 65 tahun, warga Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terbakar, Senin siang, 31 Agustus 2026.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena Kusbandi sedang menyetor barang rongsokan.

Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Kusbandi telah meninggalkan rumah sekitar 30 menit sebelumnya untuk menyetor barang rongsokan ke wilayah Sambiroto.

Api dengan cepat membesar lantaran rumah tersebut juga digunakan sebagai tempat menumpuk berbagai barang bekas dan material rongsokan yang mudah terbakar.

Kepulan asap dan kobaran api sempat membuat warga panik. Terlebih, lokasi rumah berada tidak jauh dari area kebun.

Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak maksimal hingga akhirnya warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Kepala Dusun Sooko, Rudy mengatakan bahwa Kusbandi selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Kedua anaknya berada di luar wilayah karena bekerja di Mojosari dan Bali.

“Pak Kusbandi tinggal sendiri. Anaknya satu kerja di Mojosari, satu lagi di Bali,” ujar Rudy di lokasi kejadian.

Menurut Rudy, warga khawatir api merembet ke area kebun dan lingkungan sekitar. Karena itu, petugas pemadam kebakaran segera dihubungi.

“Warga sempat membantu memadamkan api, tetapi apinya sudah membesar. Warga khawatir merembet ke kebun lainnya, akhirnya menghubungi tim damkar,” katanya.

Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto dikerahkan ke lokasi.

Petugas berjibaku memadamkan api yang membakar rumah sekaligus tumpukan barang rongsokan. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Rudy menyebut Kusbandi diketahui sebagai perokok. Selain itu, warga sempat mendengar suara seperti ledakan dari dalam rumah.

“Orangnya kan memang merokok. Mungkin orangnya naruh rokok. Sempat ada ledakan sepertinya dari gas LPG,” ungkapnya.

Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian masih dalam proses pendataan.