Senin, 23 February 2026 10:00 UTC
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menemui korban Banjir di Kabupaten Probolinggo, Senin, 23 Februari 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meninjau beberapa titik lokasi banjir di Kabupaten Probolinggo, Senin, 23 Februari 2028. Dalam kunjungan itu, ia juga mengajak tim pembuat jembatan dan ahli konstruksi.
Kehadiran Khofifah di Probolinggo sebagai wujud respons cepat pascabanjir yang melanda lima kecamatan. Dampaknya, puluhan jembatan putus serta infrastruktur rusak.
Kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah terjadi setelah banjir melanda selama sepekan terakhir. Salah satu titiknya di Kecamatan Kraksaan yang dikunjungi Khofifah.
Di sana, gubernur yang didamping Bupati Probolinggo dan jajaran Forkopimda menemui warga terdampak banjir.
Warga tersebut tidak sempat menyelamatkan harga benda saa banjir terjadi. Perabot rumah tangga, dokumen penting, hingga buku-buku sekolah anak-anak rusak terendam air dan lumpur.
BACA: Ratusan KK Terendam di Kraksaan Wetan Probolinggo, Warga Mengungsi ke Tepi Pantura
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kedatangannya sengaja mengajak tim ahli konstruksi untuk melakukan asesmen cepat. Hal ini sekaligus menyiapkan langkah percepatan perbaikan.
“Kami membawa tim pembuat jembatan dan ahli konstruksi untuk menghitung kebutuhan teknis di lapangan," katanya.
Khofifah berharap, jembatan-jembatan yang menjadi akses utama masyarakat bisa segera ditangani dan bisa difungsikan kembali sebelum Lebaran.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, tercatat sebanyak 26 jembatan putus akibat diterjang banjir.
Selain itu, puluhan plengsengan dan saluran irigasi rusak, serta ratusan rumah warga mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat.
BACA: Pemkab Probolinggo Evakuasi Warga Terdampak Banjir, Pantura Kembali Normal
Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi intensif dengan Pemprov Jatim untuk mempercepat proses pemulihan.
“Dari total 26 jembatan yang putus, kami telah memetakan mana yang menjadi prioritas utama karena menyangkut akses ekonomi dan pendidikan warga,"paparnya.
Bupati Haris optimis dengan dukungan pemprov, perbaikan bisa dilakukan bertahap dan selesai sesuai target,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan dan paket sembako kepada warga terdampak.
Pemerintah provinsi dan kabupaten memastikan proses penanganan darurat, pembersihan, serta rehabilitasi infrastruktur akan terus dikawal hingga kondisi kembali normal.
