Logo

Air Banjir di Bengawan Jero Makin Tinggi, Ini Upaya Dinas PU SDA Lamongan

,

Selasa, 13 January 2026 09:10 UTC

Air Banjir di Bengawan Jero Makin Tinggi, Ini Upaya Dinas PU SDA Lamongan

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan. Erwin Sulistya Pambudi. Foto: Zuditya Saputra

JATIMNET.COM, Lamongan – Curah hujan yang mengguyur dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan wilayah Bengawan Jero kembali dilanda banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut terus meningkat dan meluas seiring masih berlangsungnya musim penghujan.

Tingginya genangan banjir di Bengawan Jero tidak hanya dipicu oleh hujan lokal, tetapi juga dipengaruhi aliran air kiriman dari wilayah Lamongan bagian selatan, termasuk dari Waduk Gondang. Air tersebut mengalir ke wilayah utara dan terkonsentrasi di lima kecamatan, yakni Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, dan Deket.

Akibat tingginya debit air, sungai di kawasan tersebut tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke permukiman warga serta merendam sejumlah fasilitas umum, termasuk sarana pendidikan.

Dampak banjir juga dirasakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Sejumlah kegiatan, termasuk proses belajar mengajar, mengalami gangguan. Kendaraan bermotor tidak dapat digunakan karena tingginya genangan air di beberapa titik.

BACA: Atasi Banjir Wilayah Kota, Dinas BMCKTR Kabupaten Lamongan Bakal Buat Long Storage

Bahkan, di sejumlah lokasi, ketinggian air banjir dilaporkan mencapai lebih dari 50 sentimeter. Kondisi tersebut membuat warga memilih menggunakan sarana transportasi alternatif, seperti perahu, untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) melakukan berbagai langkah penanganan guna mempercepat surutnya banjir di wilayah Bengawan Jero.

"Karena ketinggian air Sungai Bengawan Solo lebih tinggi, maka pintu air kita tutup. Kami melakukan alternatif lain untuk mengeluarkan air Bengawan Jero, yaitu dengan mesin pompa," kata Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, Selasa, 13 Januari 2026.

Saat ini, sebanyak delapan unit pompa dioperasikan di Pintu Kuro. Pompa tersebut terdiri atas dua pompa listrik milik Pemkab Lamongan dengan kapasitas masing-masing 500 liter per detik.

BACA: Diguyur Hujan Selama 2 Jam, Sejumlah Jalan di Lamongan Kota Banjir

Selain itu, terdapat tiga pompa submersibel milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta tiga pompa axial dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dari pompa BBWS tersebut, dua unit berkapasitas 1.000 liter per detik dan satu unit berkapasitas 250 liter per detik.

"Jadi, dari delapan pompa, kita bisa mengeluarkan air sebanyak 9.250 liter per detik dari Bengawan Jero ke Sungai Bengawan Solo," kata Erwin.

Tidak hanya itu, Erwin menambahkan, mulai Selasa, 13 Januari 2026, jam operasional pompa milik Pemprov Jawa Timur dan BBWS ditambah. Sebelumnya, pompa hanya beroperasi pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.

"Semoga dengan ditambahnya jam operasi pompa milik BBWS dan Pemprov Jatim dapat mempercepat penurunan genangan banjir di Bengawan Jero," katanya.