Logo

Seorang Balita Meregang Nyawa di Kubangan Bekas Tambang Galian C

Selasa, 14 April 2026 12:00 UTC

Seorang Balita Meregang Nyawa di Kubangan Bekas Tambang Galian C

Ilustrasi tenggelam. Dok.Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Madiun – Seorang balita ditemukan meninggal dunia di kubangan bekas tambang galian C di Desa Tulung, Saradan, Madiun, Selasa, 14 April 2026.

Penyebab kematian bocah bernama Rizuka Putra Ramadhan, 4 tahun diduga akibat tenggelam di kubangan air dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Korban ditemukan tak bernyawa setelah dilaporkan menghilang pada Senin siang, 13 April 2026. Menerima informasi itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, kepolisian, TNI, dan relawan langsung melakukan pencarian.

BACA: Seorang Bocah di Madiun Ditemukan Tak Bernyawa di “Kolam“ Bekas Galian C

alah satu lokasi yang menjadi target pencarian adalah kubangan bekas tambang galian C. Namun, upaya penyisiran yang dijalankan sejak kemarin hingga siang tadi tak membuahkan hasil.

Saat menjelang sore, jasad korban akhirnya ditemukan di tengah kubangan bekas tambang galian C yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.

“Jenazah korban ditemukan di area bekas galian yang masih tergenang air,” ujar Kapolsek Saradan AKP Sukoco.

Dalam menangani kejadian ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyabab kematian korban. Saat ini, hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Madiun dan tenaga medis masih ditunggu.

BACA: Tiga Jenazah Santri Ponpes Amanatul Ummah Tenggelam di Pantai Balekambang Malang Ditemukan

Kematian warga di kubangan bekas galian C tersebut merupakan kejadian kedua di Desa Tulung. Setahun lalu, seorang bocah bocah berusia 11 tahun juga ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama.

Kejadian yang berulang membuat warga geram. Mereka mendesak pemerintah desa melakukan tindakan tegas dengan melakukan reklamasi lubang bekas tambang galian C tersebut.

“Sudah dua kali memakan korban jiwa. Kami minta segera ditutup, diratakan, dan diuruk agar tidak membahayakan lagi,” kata Mariadi, salah seorang warga Desa Tulung.