Senin, 23 February 2026 08:30 UTC
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan sambutan saat menerima kunjungan kerja Reses Komisi IV DPR RI di Gresik. Foto: Diskominfo Gresik.
JATIMNET.COM, Gresik – Kabar gembira bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Di tahun ini, mereka kembali mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi yang sempat dihentikan oleh pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir.
Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu mengatakan bahwa alokasi bagi pembudidaya ikan di Gresik pada tahun ini terdiri dari 4.721 ton urea, 4.598 ton SP36, dan 506 ton organik.
Menurutnya, berdasarkan kesanggupan Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, distribusi pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan dipastikan aman dan menerapkan sistem digital.
“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat, terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman," terang Haeru di Gresik, Senin, 23 Februari 2026.
Meski demikian, ia menyebut, alokasi pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan belum maksimal. “Kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya," ungkapnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan sudah lama menjadi aspirasi di Gresik.
Apalagi, daerah tersebut memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. “Beberapa tahun belakangan ini kami gelisah, dampak dari pencabutan pupuk subsidi (bagi pembudidaya ikan) sangat terasa,” ujarn Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.
Produksi budidaya Gresik 2025 mencapai 160.439 ton senilai Rp3,54 triliun. Khusus bandeng sekitar 90.000 ton per tahun.
“Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” jelasnya.
