Logo

Menteri Trenggono Puji KNMP Banyuwangi yang Angkat Arsitektur Osing

,

Selasa, 03 March 2026 16:00 UTC

Menteri Trenggono Puji KNMP Banyuwangi yang Angkat Arsitektur Osing

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Banyuwangi, Selasa, 3 Maret 2026. Foto: Hermawan.

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di kawasan pesisir plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa, 3 Maret 2026.

Ke depan, KNMP Lateng yang mengusung arsitektur Osing ini diproyeksikan menjadi  kawasan kampung nelayan modern. Hal ini menjadi salah satu program strategis nasional pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.  

“Saya datang untuk melihat progres pembangunan Kampung Nelayan di Banyuwangi. Ini akan menjadi pusat hilirisasi langsung produk nelayan di sini,” kata Trenggono.

Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Trenggono berkeliling di lokasi proyek. Ia melihat langsung progres pembangunan KNMP Banyuwangi. Mulai bangunan pabrik es portable, musala hingga berbagai fasilitas lainnya.

Yang menarik dari proyek itu, enam unit bangunan utama mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dan diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling.

Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal inimemberi identitas kuat. Hal ini sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.

Trenggono merasa senang dengan progres pembangunannya. “Ini bagus banget. Desainnya khas, kualitas pekerjaannya juga bagus,” ujarnya.

KNMP Banyuwangi dilengkapi dengan dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan, juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.

“Sebentar lagi juga kita hadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di sini,” kata Trenggono.

Trenggono menjelaskan, KNMP Banyuwangi berbeda dengan lainnya. Kalau di beberapa wilayah lain lebih ke sarana penjualan hasil laut.

Sementara, di Banyuwangi lebih ke tematik hilir. Selain menjadi sentra penjualan hasil laut juga menjadi sentra kuliner olahan laut.

“Istilahnya ini hilirisasi langsung. Hasil tangkapan nelayan langsung dibawa ke sini (KNMP) dan bisa langsung diolah menjadi berbagai macam kuliner,” ujarnya.

“Model-model tematik ini bagus karena menggerakkan ekonomi di level bawah. Ada kombinasi antara produksi hasil perikanan dan kuliner,” Trenggono melanjutkan.

KNMP Banyuwangi bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten The Sunrise of Java tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trenggono juga menyerahkan sejumlah bantuan, berdialog dengan para nelayan, serta menjanjikan akan memberikan bantuan kapal bagi para nelayan setempat.

Bupati Ipuk berterima kasih kepada pemerintah pusat yang menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu di Indonesia.

“Hadirnya KNMP ini akan memperkuat ekosistem nelayan di sekitar pesisir Plengsengan. Harapannya ini akan menjadi pusat ekonomi baru yang bisa mengerek pendapat nelayan,” kata Ipuk.

Ia memastikan pengelolaan pusat kuliner tematik di kampung nelayan ini terus mendapatkan pendampingan dari pemkab.

“Semuanya harus berjalan sesuai SOP (standar operasional prosedur). Mulai kebersihan, kualitas makanan, tata kelola lingkungan tetap dalam pengawasan kami, sehingga tidak asal-asalan,” Ipuk menambahkan.