Logo

Libur Nataru 2026, Dishub Jatim Jamin Trans Jatim dan Trans Laut Tetap Beroperasi

,

Rabu, 24 December 2025 09:30 UTC

Libur Nataru 2026, Dishub Jatim Jamin Trans Jatim dan Trans Laut Tetap Beroperasi

Kadishub Jatim Nyono saat diwawancarai di Surabaya, Rabu, 24 Desember 2025. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh layanan transportasi publik tetap beroperasi. Layanan tersebut mencakup Trans Jatim hingga Trans Laut yang disiapkan untuk menunjang mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh moda transportasi guna mengantisipasi peningkatan pergerakan masyarakat selama periode Nataru.

“Terkait Trans Jatim dan Trans Laut selama libur Natal dan Tahun Baru, tetap beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat di masa Natal dan Tahun Baru,” ujar Nyono saat ditemui, Rabu, 24 Desember 2025.

BACA: Nataru di Jatim Dibayangi Cuaca Ekstrem yang Memicu Bencana Hidrometeorologi

Ia menjelaskan, hasil pemetaan nasional menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat pada Nataru 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, pergerakan masyarakat diprediksi naik sebesar 2,71 persen.

“Pergerakan masyarakat di Indonesia memang naik 2,71 persen, atau sekitar 119 juta pergerakan secara nasional,” kata Nyono.

Dari total pergerakan tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tertinggi. Dishub Jatim memperkirakan sebanyak 16,8 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Timur, sementara sekitar 14,12 juta orang diprediksi keluar dari provinsi ini selama periode Nataru.

“Itu pergerakan masyarakat di Jawa Timur yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

BACA: Antisipasi Kelangkaan BBM Saat Libur Nataru, Pertamina Tambah Pasokan di SPBU Probolinggo

Nyono mengungkapkan, mobilitas masyarakat selama libur Nataru masih didominasi penggunaan kendaraan pribadi, baik yang melintas melalui jalur arteri maupun jalan tol.

“Sebagian besar pergerakan memang didominasi kendaraan pribadi. Ada yang menggunakan jalan arteri, ada juga yang menggunakan jalan tol,” jelasnya.

Meski demikian, penggunaan angkutan umum tetap menunjukkan angka yang cukup signifikan. Selama 18 hari masa Nataru, Dishub Jatim mencatat sekitar 3,6 juta orang menggunakan bus, 3,2 juta orang memanfaatkan layanan kereta api, sekitar 1 juta orang menggunakan pesawat udara, 1 juta orang menyeberang melalui jasa penyeberangan, serta sekitar 900 ribu orang menggunakan angkutan laut.

“Namun tetap, sebagian besar masyarakat menggunakan kendaraan pribadi,” tutup Nyono.