Kamis, 01 January 2026 06:30 UTC
Sebanyak 78 ASN di lingkup Pemkot Mojokerto dilantik di kawasan Tutu "SA", Puncak Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Foto: Humas Pemkot Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melantik 78 aparatur sipil negara (ASN) di kawasan Tugu “SA”, Puncak Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah pada penghujung 2025.
Lokasi itu dipilih karena beberapa alasan. Salah satunya, Puncak Tidar dikenal memiliki nilai historis yang tinggi. Huruf “SA” disebut memiliki makna Sapa Salah Seleh (siapa yang berbuat salah nantinya pasti ketahuan juga).
Bagi seorang orang Tugu “SA” dipercaya sebagai “pakunya” tanah Jawa yang menjaganya tetap tenang dan aman.Â
Selain itu, Ika Puspitasari menyatakan bahwa tempat tersebut sarat dengan pesan filosofi kepemimpinan dan pengabdian.
"Tugu “SA” sebagai simbol keteguhan, keseimbangan, dan tanggung jawab moral seorang pemimpin. Aksara “SA” dimaknai sebagai Pancasila Sangga Satya Satria sekaligus pesan kerendahan hati untuk berani mengakui kekeliruan demi kepentingan rakyat," jelasnya, 31 Desember 2025.Â
BACA:Â Pelantikan 78 ASN Pemkot Mojokerto Digelar di Puncak Tidar, Sarat Makna Kepemimpinan
Terkait dengan simbolisasi Tugu “SA” sebagai “paku”, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari menyatakan memiliki nilai filosofi mendalam dalam meneguhkan arah pengabdian para pejabat.Â
Maka, ia berharap agar momentum pelantikan 78 ASN di lingkup Pemkot Mojokerto di kawasan Tugu “SA”, Puncak Tidar menjadi penanda komitmen untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila.
Kemudian, menjaga amanah jabatan, serta mengabdikan diri sepenuhnya bagi masyarakat dan pembangunan Kota Mojokerto.
Sementara itu, puluhan ASN yang dilantik di Puncak Tidar meliputi sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama, 35 pejabat administrator, serta 34 pejabat pengawas.Â
Pengangkatan dan mutasi pejabat administrator serta pengawas dilakukan berdasarkan rekomendasi resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menjadi landasan hukum dan teknis pelaksanaan mutasi.
