Logo

Konflik Timur Tengah Belum Banyak Berdampak pada Distribusi Logistik Global

,

Selasa, 03 March 2026 16:30 UTC

Konflik Timur Tengah Belum Banyak Berdampak pada Distribusi Logistik Global

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra saat menjelaskan kondisi distribusi logistik globat di tengah konflik Timur Tengah dalam media gathering dan buka puasa bersama, Selasa, 3 Maret 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), Widyaswendra mengatakan bahwa konflik Timur Tengah belum banyak sepenuhnya mengganggu distribusi logistik global.

“Ini baru hari keempat. Biasanya impact global baru kelihatan dua sampai empat minggu,” katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Widyaswendra menambahkan, rata-rata kapal internasional yang masuk ke Indonesia tetap bisa beroperasi. Sebab, ukuran draftnya masih sesuai dengan kapasitas pelabuhan domestik, baik langsung maupun melalui hub, seperti Singapura dan Far East.

"Pelindo optimis kinerja operasional terminal petikemas tetap terjaga berkat peningkatan efektivitas pasca-merger terminal di bawah Pelindo Group," ujarnya.

Terkait dengan keterlambatan yang tengah terjadi, Widyaswendra menegaskan bahwa kondisi itu bukan akibat ketidaksiapan terminal.

“Kita memang ada waktu tunggu, tapi bukan karena ketidaksiapan. Kapalnya yang delay. Kalau datang bersamaan tiga kapal, tentu harus antre sesuai window,” katanya.

Ia memastikan volume petikemas di Surabaya tidak mengalami penurunan signifikan. "Justru beberapa kargo dari Jawa Tengah dialihkan ke Surabaya dan Jakarta," jelas Widyaswendra.

Pengalihan itu karena gangguan lebih terasa di Semarang. Hal ini karena kombinasi pertumbuhan tinggi dan kendala infrastruktur pendukung di luar terminal, termasuk banjir rob yang sempat diproyeksikan berlangsung hingga 11 hari.