Logo

Kanwil DJPb Sebut Posisi Fiskal Jatim di Atas Rata-rata Nasional

,

Rabu, 26 November 2025 10:30 UTC

Kanwil DJPb Sebut Posisi Fiskal Jatim di Atas Rata-rata Nasional

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur memaparkan kondisi fiskal di Jawa Timur pada triwulan III 2025. Foto: Khaesar.

JATIMNET.COM, Surabaya - Kondisi fiskal di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Triwulan III 2025 menunjukkan performa positif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jatim Saiful Islam menegaskan bahwa kesehatan fiskal daerah berada dalam posisi yang solid, bahkan melampaui capaian nasional.

“Kondisinya bagus. Jika diukur dari beberapa indikator, posisi fiskal Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional,” katanya dalam agenda ALCo APBN KiTA Regional Jatim, Rabu, 26 November 2025.

Menurut Saiful, capaian tersebut terlihat dari kinerja penerimaan negara, kualitas belanja pemerintah, serta stabilitas ekonomi daerah yang terjaga.

Dukungan berbagai sektor strategis dan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat turut memperkuat daya tahan fiskal Jatim.

Menjelang akhir 2025, ia melanjutkan, Jatim terus melakukan upaya pengendalian inflasi. Tujuannya,  mengantisipasi potensi kenaikan harga yang kerap terjadi pada periode akhir tahun dan perayaan hari besar.

Saiful menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan langkah penguatan ekonomi melalui optimalisasi realisasi belanja APBN.

“Pengendalian inflasi salah satunya dilakukan melalui percepatan realisasi belanja, khususnya dari sektor pemerintah. Kami mendorong satuan kerja agar dapat membelanjakan alokasi APBN 2025 yang tersedia. Target kami, realisasi anggaran mencapai minimal 98 persen," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa akselerasi belanja pemerintah menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, memperluas konsumsi masyarakat, serta menggerakkan sektor riil. Dengan demikian, tekanan inflasi yang mungkin terjadi dapat terimbangi oleh peningkatan output ekonomi.

“Dengan percepatan belanja ini, diharapkan terjadi dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika terjadi inflasi, maka efeknya dapat terimbangi oleh pertumbuhan yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pertemuan ALCo APBN KiTA Regional Jatim ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, meningkatkan kualitas pengelolaan fiskal di wilayah Jatim.

"Pemerintah optimis kinerja fiskal yang kuat akan mendukung daya tahan ekonomi daerah menghadapi dinamika global dan nasional pada penghujung tahun," pungkas Saiful.