Senin, 02 February 2026 01:00 UTC
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan resmi Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membagikan “oleh-oleh” dari keikutsertaannya dalam workshop pengelolaan sampah di Jepang pada 26 - 30 Januari 2026
Kehadirannya di sana atas undangan resmi Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selama mengikuti workshop, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari merasa bangga karena Kota Mojokerto ditampilkan sebagai salah satu praktik baik dalam kolaborasi lintas sektor pengelolaan sampah.
Menurutnya, pengakuan tersebut merupakan hasil dari kemitraan yang telah terjalin dengan rekosistem serta sejumlah perusahaan swasta Jepang, seperti Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni.
“Pengakuan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan berbagai upaya yang telah dirintis di Kota Mojokerto,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan berbagai praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Kota Mojokerto.
Salah satunya melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama rekosistem dan mitra Jepang yang berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025. Capaian itu diraih melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya.
Selain itu, Pemerintah Kota Mojokerto juga mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang melibatkan ibu rumah tangga sebagai aktor utama dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya.
Ning Ita juga menjelaskan bahwa Kota Mojokerto rutin menyelenggarakan kegiatan SPOGOMI, yakni kegiatan yang memadukan olahraga dengan aksi pengumpulan sampah.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik melalui cara yang menyenangkan dan inklusif.
Selama berada di Jepang, Ning Ita mengikuti berbagai agenda pembelajaran, mulai dari kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah di JFE dan J-Circular di Kawasaki dan Meguro, pembelajaran kelas mengenai regulasi pengelolaan sampah Jepang, hingga studi implementasi di Kota Osaki dan SOO Recycling.
Selain itu, penerapan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) oleh JCPRA juga memberikan wawasan mengenai sinergi antara teknologi, sektor swasta, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.
Melalui workshop tersebut, Ning Ita menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, masyarakat, mitra Jepang, rekosistem, serta sektor swasta.
Ke depan, kerja sama pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berfokus pada darat, tetapi juga merambah sektor perairan.
“Ke depan semoga ada sinergi tentang pengelolaan sampah di sungai, karena Kota Mojokerto dialiri tujuh anak sungai, dan saat ini tengah mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” pungkasnya.
Dalam workshop tersebut, Ning Ita bergabung bersama rombongan Indonesia yang dipimpin oleh Rofi Alhanif selaku Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan.
Rombongan turut didampingi oleh Kirsfianti Linda Ginoga, Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kemenko Bidang Pangan RI.
Kehadiran delegasi Indonesia disambut langsung oleh Mr. Yoshida, President of AOTS, serta Mrs. Aoki dari Ministry of Economy, Trade and Industry Jepang.
