Sabtu, 29 August 2026 08:55 UTC
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat memberikan sambutan, Sabtu, 29 Agustus 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta kader Demokrat tidak menjadikan pemilu sebagai satu-satunya orientasi politik. Ia mendorong seluruh kader membuktikan keberadaan partai melalui pengabdian dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Emil menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Novotel Samator Hotel, Sabtu, 29 Agustus 2026. Musda mengusung tema Konsolidasi Demokrat Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan.
Menurut Emil, kader Demokrat perlu melihat kebutuhan masyarakat secara lebih luas. Ia meminta kader tidak terus-menerus membicarakan agenda pemilihan legislatif (Pileg), tetapi menunjukkan kontribusi partai dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur.
“Namun hari ini, saat Musda ini, kita selain memikirkan Pileg, tetapi sebenarnya yang diinginkan masyarakat, kita jangan ngomong pileg-pileg. Buktikan! Buktikan manfaat Partai Demokrat kepada hajat hidup setiap jiwa yang ada di Jawa Timur,” kata Emil.
Emil menilai Musda bukan sekadar forum untuk menentukan arah organisasi. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan seluruh kader Demokrat di Jawa Timur.
Ia juga meminta seluruh peserta menjalankan setiap tahapan Musda sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Menurutnya, ketertiban organisasi harus tetap menjadi landasan dalam proses tersebut.
“Proses Musda ini adalah proses yang memperkuat dan bukan memisahkan kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.
Emil menyebut Demokrat memiliki struktur dan kekuatan politik yang tersebar di berbagai tingkatan. Kekuatan tersebut mencakup DPD, DPC, anggota legislatif, hingga kepala daerah.
Ia meminta seluruh elemen tersebut bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Emil menegaskan kader harus menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui pemilu.
“Kita semua bahu-membahu. Kita buktikan bahwa kehadiran kita bukan sekadar untuk menjemput datangnya pemilihan yang akan datang, tapi untuk membuktikan bahwa setiap suara yang pernah dipercayakan di kotak suara kepada Partai Demokrat adalah suara-suara yang tidak akan dikhianati,” katanya.
Emil mengingatkan kader bahwa jabatan politik merupakan amanah masyarakat. Karena itu, kader yang mendapatkan mandat melalui lembaga legislatif maupun eksekutif harus menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sungguh-sungguh.
Ia juga mengakui perjuangan politik menghadapi berbagai tantangan. Pragmatisme dapat muncul dalam setiap proses pemilihan. Namun, Emil meminta kader tetap memegang prinsip keikhlasan dan pengabdian.
“Kita adalah beragam yang percaya bahwa Tuhan ada bersama kita. Allah SWT yang nantinya akan menilai apakah amanah yang kita pegang saat menduduki jabatan baik di legislatif, eksekutif, maupun struktur partai, kita gunakan untuk hal yang baik,” tuturnya.
Dalam pidatonya, Emil turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai Khofifah mampu menjaga hubungan dan kebersamaan dengan Partai Demokrat.
Emil juga mengingat kembali dukungan Partai Demokrat kepada Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018. Dukungan tersebut berlanjut hingga Khofifah kembali memenangkan Pilgub Jatim 2024.
Selain berada di tingkat daerah, Emil menyebut Partai Demokrat kini menjadi bagian dari pemerintahan pusat. Ia meminta posisi tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Jawa Timur dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Kita akan memastikan bahwa Jawa Timur ikut merasakan keseriusan pemerintahan Bapak Prabowo dan Wapres Gibran untuk memajukan Jawa Timur sebagai provinsi yang menjadi mesin perekonomian di Indonesia,” katanya.
Emil berharap Musda VII mampu memperkuat konsolidasi internal Partai Demokrat Jatim. Ia juga mendorong kader menyusun langkah konkret agar keberadaan partai semakin memberikan manfaat dan dapat dirasakan masyarakat Jawa Timur.
