Rabu, 04 March 2026 04:00 UTC
Dini Rahmania sedang berbelanja di pasar tradisional Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu, 4 Maret 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyerukan kepada warga untuk menghidupkan pasar tradisional di tengah menjamurnya pasar ritel modern.
Langkah yang dijalankan dengan mengajak warga berbelanja bersama di Pasar Tradisional Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu, 4 Maret 2026. Tidak kurang dari 230 warga turun ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain kalangan ibu rumah tangga, bapak-bapak hingga remaja juga terlihat antusias mengikuti belanja bersama. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pasar tradisional.
Dini mengatakan, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali pasar tradisional sebagai pusat perbelanjaan rakyat yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan barang lainnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan berbelanja bersama-sama, ini menjadi langkah nyata dalam membangkitkan sektor ekonomi masyarakat.
"Pasar tradisional harus kembali ramai dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern,” ujar politikus Partai Nasdem tersebut.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan kader Partai NasDem yang turut mengajak masyarakat untuk meramaikan pasar.
“Kami dan para kader Partai NasDem mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar agar pusat perbelanjaan tradisional ini kembali hidup dan bangkit,” terangnya.
Dalam kegiatan itu, setiap peserta mendapatkan uang saku belanja sebesar Rp100 ribu. Dengan total 230 peserta, dana yang beredar di pasar mencapai sekitar Rp20 juta dan langsung diterima para pedagang.
Menurut Dini, perputaran uang tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi pedagang kecil. Selain itu, memperkuat daya tahan ekonomi lokal, khususnya di tengah persaingan dengan ritel modern.
“Tentu kegiatan seperti ini bakal menjadi agenda rutin kami, guna menghidupkan kembali geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional,” jelasnya.
Para pedagang pun menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan omzet penjualan, terutama di awal Ramadan.
Diharapkan, langkah serupa dapat terus dilakukan untuk menjaga eksistensi pasar tradisional sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.
